Kamis, 13 Juni 2013


BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar belakang
               Kebiasaan siswa dalam membuang sampah, tergantung pada siswa itu sendiri. Permasalahan ini dapat berdampak negatif, jika seseorang siswa membuang sampah sembarangan. Jika kita lihat di lingkungan sekolah masih banyak siswa yg membuang sampah sembarangan.
            Alasan ini muncul pada kesadaran siswa dalam membuang sampah, alasan siswa membuang sampah sembarangan mungkin tempat sampahnya jauh atau sebagainya tetapi ada saja siswa yang tidak peduli dengan lingkugan dengan membuang sampah sembarangan.
            Lingkungan yang kotor dan sampah berserakan membuat suasana sekolah kotor yang dapat menimbulkan kegiatan belajar mengajar tidak berjalan baik (tidak nyaman). Oleh karena itu kita perlu mengatasi masalaah ini agar suasana sekolah bersih dan nyaman.
1.2     Tujuan Penelitian
·         Untuk  mengetahui jumlah siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran     2012/2013 yang berkebiasaan membuang sampah pada tempatnya?
·         Untuk  mengetahui cara untuk membiasakan siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 membuang sampah pada tempatnya
1.3     Rumusan masalah
·         Berapa banyak siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 yang berkebiasaan membuang sampah pada tempatnya?
·         Bagaimana cara untuk membiasakan siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 untuk membuang sampah pada tempatnya?







BAB II
LANDASAN TEORI

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higinis yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat belajar (kelas), dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat belajar (kelas) dilakukan dengan cara melaksanakan piket, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan debu-debu dsb. Kebersihan lingkungan kelas dimulai dari menjaga kebersihan meja dan kursi, dan membersihkan bearanda di depan kelas dari sampah.
          seperti yang dikatan tadi, untuk menjaga kebersihan kita harus menerapkan sanitasi lingkungan membuang sampah pada tempatnya dan membuang sampah sudah menjadi kegiatan rutin kita setelah menggunakan sesuatu benda, terutama dalam hal makanan. Sering kita lihat, di sekolah terdapat selogan-selogan yang isinya mengajak untuk menjaga kebersihan lingkungan seperti “Kebersihan itu sebagian dari iman” ataupun “Buanglah sampah pada tempatnya”, Akan tetapi tidak jarang pula orang yang tidak mempedulikannya. Oleh karena itu, disini akan di lakukan penelitian untuk mengetahui kebiasaan siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 dalam membuang sampah.






BAB III
PEMBAHASAN
3.1TABEL PENGAMATAN
NO
Pertanyaan
Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
Apakah kalian pernah membuang sampah sembarangan?
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
2
Apakan di kelas kalian ada tempat sampah?
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
3
Menurut diri kalian sendiri, kalian mendominasi membuang sampah pada tempatnya atau membuang sampah sembarangan selama bersekolah di SMAN 1
S
P
P
P
P
P
S
S
S
P
P
S
4
Apakah kalian selalu menjaga kebersihan kelas?
K
Y
Y
Y
Y
Y
Y
K
K
Y
Y
K


*Keterangan
Y(ya), K(kadang-kadang), S(Sembarangan), P(pada tempatnya).







3.2 Pembahasan
Dalam penelitian ini mendapatkan jawaban-jawaban dari 12 sampel yang menjawab petanyaan-pertanyaan dari penelitian ini, penelitian ini memberikan 4 pertanyaan kepada sampel, saat ketika responden di tanya “Apakah kalian pernah membuang sampah sembarangan?” seluruh responden menjawab ya, lalu ketika responden di tanya “Apakan di kelas kalian ada tempat sampah?” responden menjawab ya ada 12. Lalu Ketika responden ditanya “Menurut diri sendiri, kalian mendominasi membuang sampah pada tempatnya atau membuang sampah sembarangan selama bersekolah di SMAN 1” responden menjawab pada tempatnya ada 7 dan membuang sampah sembarangan ada 5. Ketika responden di tanya “Apakah kalian selalu menjaga kebersihan kelas?” responden yang menjawab ya ada 8 dan menjawab kadang-kadang ada 4.
            Dari penjelasan diatas, penelitian ini mendapatkan data bahwa 99% siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 pernah membuang sampah, lalu setiap kelas memiliki tempat sampah 99% dan siswa yang berkebiasaan membuang sampah pada tempatnya berkisar 65% dan siswa yang membuang sampah sembarangan hanya 45%.












BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penulis dapat menyimpulkan bahwa kesadaran siswa siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 dalam membuang sampah masih kurang, oleh karena itu kita siswa siswa kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 yang bersekolah di SMAN I sepatutnya untuk menjaga kebersihan sekolah untuk agar lingkungan hidupnya serasi dan seimbang, sehingga tidak menggangu aktivitas belajar mengajar dan tidak  sekolah mempengaruhi kehidupan kita
5.2 Saran
            Dalam penelitian ini mandapatkan usul dari beberapa sampel agar siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Bukittinggi tahun pelajaran 2012/2013 senantiasa membuang sampah sebagai berikut:
1.    Siswa diharapkan mempunyai kesadaran dari hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan.
2.     Petugas piket harus membersihkan kelas serta lingkungan sekitar.
3.     Guru wajib menegur siswa yang membuang sampah sembarangan.
4.     Menyediakan tempat sampah di setiap tempat rawan sampah
5.     Memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang melakukan pelanggaran terutama membuang sampah sembarangan.
            Untuk menjaga kebersihan sekolah kita, kita harus membenahi dan membiasakan diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya dan senantiasa menjaga kebersihan di sekolah.







DAFTAR PUSTAKA
Asmara, Adi. (2008) Pengetahuan lingkungan alam kelas X. Bandung: CV Antikan Mandiri
Endang, haris. (2010) Lingkungan kita. Bandung: PT Gelora Aksara Pratama.
Yanuar, Budi. (2006) Tegar lingkungan. Jakarta: Erlangga.
Situs :



















TUGAS  BAHASA INDONESIA

KARYA ILMIAH

“KEBIASAAN SISWA KELAS XI SMA N 1 BUKITTINGGI DALAM MEMBUANG SAMPAH”


O
L
E
H


NAMA:      YULIA WARDHANI
KELAS:      XI IPA 5




SMAN 1 BUKITTINGGI
TAHUN PELAJARAN 2012/2013








R.A Kartini, Riwayat dan Perjuangannya
Judul : R.A Kartini, Riwayat dan Perjuangannya
Penulis : Drs. Mardanas Safwan
Sutrisno Kutojo
Tebal : 65 halaman
Penerbit : PT. Mutiara Sumber Widya
Tahun : Cetakan Pertama 1985
Cetakan Kedua 2001
Cetakan Ketiga 2004
Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Rakyat (sekarang adalah Sekolah Dasar) ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.
Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah. Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar juga dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia, wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda.
Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr. J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda. Ia berhasil mendapatkan beasiswa tersebut, namun sayangnya beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.


 Television for Social Construction 
Television is today a part of daily life. It is not only a source of entertainment but also news and information. television is also a valuable tool for science, education and industry 
What makes television even more interesting is that action is accompanied by sound, so that we can see as well as hear what on the television. Today we can stay at home and enjoy entertainment that once could be seen only in cinema, theaters and sport arenas. Television enables to meet important people. It can bring important guests and important scene to receivers who are located anywhere. 
Television has a great influence on our idea about what is right and what is wrong. It influences the way which we should behave. 
Television has close related to our life in general. Some times the value and life style we get from television are in conflict with those that we get at home and school. 
Critics point out that crime and TV show often appeal to taste for violence, while many games and quizzes appeal to greedy. it is important to suggest that television should be used for socially constructive purpose for the shake of better life.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar